Uncategorized

Periodontitis, Penyakit yang Berkaitan Dengan Mulut

Human Teeth

Pexels.com

Pengertian periodontitis yaitu infeksi umum yang merusak jaringan lunak dan tulang yang menopang gigi. Nama “periodontitis” mempunyai arti “peradangan di sekitar gigi”, sehingga penyakit ini juga disebut juga dengan penyakit gusi. Kondisi ini menyebabkan mikroorganisme seperti bakteri menjadi menempel di permukaan gigi dan di dalam kantong sekitar gigi hingga berkembang biak. Peradangan terjadi saat sistem kekebalan tubuh bereaksi dan racun dilepaskan. 

Jika tidak segera diobati, periodontitis bisa mengakibatkan kehilangan gigi. Hal ini bisa meningkatkan resiko stroke, serangan jantung serta masalah kesehatan lainnya. Penyebab paling umum dari penyakit periodontitis yaitu plak bakteri dan selaput lengket serta tidak berwarna berkembang di atas permukaan gigi. Kondisi ini juga akan membentuk karang gigi atau kalkulus apabila plak tidak segera dibersihkan. Menjaga kebersihan gigi dengan baik merupakan salah satu cara mencegah terjadinya penyakit ini. 

Ketika gusi menyusut, gigi terlihat lebih panjang. Perbedaan ini juga bisa terjadi di antara gigi. Ciri – ciri dan gejala periodontitis yaitu :

  • gusi meradang atau bengkak 
  • pembengkakan berulang di gusi
  • gusi berwarna merah terang, terkadang ungu
  • adanya rasa sakit saat gusi disentuh
  • gusi menyusut, yang membuat gigi terlihat lebih panjang
  • terdapat ruang ekstra yang muncul di antara gigi
  • terdapat nanah di antara gigi dan gusi
  • pendarahan saat menyikat gigi atau flossing
  • adanya rasa logam di mulut
  • halitosis, atau bau mulut
  • terdapat gigi yang lepas

Penderita mungkin merasakan gigitan yang mereka lakukan terasa berbeda tidak seperti biasanya. Hal ini dikarenakan gigi yang tidak pas seperti sebelumnya. Perawatan dan pengobatan bertujuan untuk membersihkan bakteri dari kantong di daerah sekitar gigi. Selain itu, tindakan ini juga mencegah terjadinya kerusakan tulang dan jaringan yang lebih parah. 

1. Menjaga Kebersihan Mulut Dengan Baik

Cara yang pertama yaitu dengan menjaga kebersihan mulut dengan baik. Langkah ini adalah langkah sederhana namun memberikan dampak yang signifikan. Penyakit gusi bisa dicegah dengan cara menyikat gigi dengan sikat lembut dan pasta gigi berfluoride. Kebiasaan menyikat gigi harus dilakukan setidaknya 2 kali sehari. Pengertian dari periodontitis yaitu penyakit radang yang kronis dan bersifat jangka panjang. Apabila kebersihan mulut sudah bisa terjaga dengan baik, penyakit ini tidak akan terjadi lagi.

2. Penskalaan dan pembersihan

Menghilangkan plak dan kalkulus harus dilakukan untuk memulihkan kesehatan periodontal. Dokter gigi akan melakukan penskalaan dan debridemen untuk membersihkan di bawah garis gusi. Cara ini bisa dilakukan dengan menggunakan alat tangan atau perangkat ultrasonik yang memecah kalkulus dan plak. Root planning bisa dilakukan dengan tujuan menghaluskan area yang kasar di akar gigi. Faktor resiko penyakit gusi meningkat apabila bakteri bisa masuk ke dalam bercak kasar. Rentang perawatan bergantung pada banyaknya plak yang menumpuk. 

3. Obat-obatan

Beberapa obat kumur yang tersedia yaitu :

– Bilas mulut antimikroba dengan resep, seperti chlorhexidine : Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan bakteri saat mengobati penyakit gusi dan setelah operasi. Penderita menggunakannya seperti mereka akan menggunakan obat kumur biasa.

– Chip antiseptik : Hal ini adalah sepotong kecil gelatin yang diisi dengan klorheksidin. Obat ini mengontrol bakteri dan mengurangi ukuran saku periodontal. Lalu, ditempatkan di kantong setelah root planing. Untuk penyimpanan, obat ini bisa disegel kembali agar bisa digunakan lagi di kemudian hari.

– Gel antibiotik : Gel ini memiliki kandungan doksisiklin, antibiotik. Obat ini membantu mengontrol bakteri dan mengecilkan kantong periodontal. Lalu, ditempatkan di kantong setelah scaling dan root planing.  

– Antibiotik mikrosfer : Partikel sangat kecil yang memiliki kandungan minocycline, antibiotik, ditempatkan ke dalam kantong setelah scaling dan root planing. Obat ini juga dipakai untuk mengontrol bakteri dan mengurangi ukuran saku periodontal.

– Penekan enzim: Obat ini menjaga enzim destruktif tetap terkontrol dengan doksisiklin dosis rendah. Beberapa enzim bisa memecah jaringan gusi, namun obat ini bisa menunda respon enzim tubuh. Obat ini diminum seperti pil, dan digunakan dengan scaling dan root planing.

– Antibiotik oral : Obat ini tersedia dalam bentuk kapsul atau tablet dan bisa diminum secara oral. Obat ini digunakan jangka pendek untuk pengobatan infeksi periodontal akut atau persisten lokal.

Sumber :

www.medicalnewstoday.com

www.ezinearticles.com

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*